Here We Go! Setting Your Goal in 2021
Setting Your Goal In
2021
Yogyakarta-HAPPPSADA dan HMPPS
Psikologi Profesi UAD menggelar webinar keduanya dengan mengangkat topik Setting
Your Goal In 2021, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 pukul
10.00 – 12.00 WIB. Webinar ini untuk para mahasiswa, alumnus dan juga umum.
Webinar ini dimoderatori oleh Irwan Rosadi, S.Psi. Dan untuk pemateri pada
webinar kali ini adalah Ibu Dewi Handayani, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang
sekarang menjabat sebagai Dosen Psikologi dan juga wakil rektor 2 di
Universitas Proklamasi 45 serta sekaligus Alumni MAPRO UAD angkatan 2008. Kemudian
pemateri yang kedua ialah Ibu Radhiatul Fitri, M.Psi., Psikolog yang merupakan
Dosen Psikologi UMB Yogyakarta dan sekaligus Alumni MAPRO UAD angkatan 2015. Sambutan
diberikan oleh Ibu Dian Kinayung, M.Psi., Psikolog yang juga merupakan wakil
dekan Fakultas Psikologi UAD.
Pada sesi yang pertama terlebih
dahulu diisi oleh Ibu Dewi yang menyampaikan materi tentang Manajemen Individu
untuk Mencapai Resolusi 2021. Dalam pemaparannya, Ibu Dewi menjelaskan beberapa
poin penting dalam me-manage diri untuk persiapan 2021. Manajemen diri artinya
mampu mengatur diri sendiri dan bertanggungjawab secara penuh terhadap diri
sendiri, serta mampu mengontrol diri. Manajemen diri berfungsi secara
psikologis dan juga fisik.
Manajemen diri berkaitan dengan self leadership. Self leadership diartikan sebagai salah satu hal yang mempengaruhi
penilaian diri seseorang dalam membentuk motivasi diri dan penataan diri yang
sangat dibutuhkan untuk dapat berperilaku sesuai dengan kondisi ideal yang
diinginkan. Dimensi dari self leadership di
antaranya: behavioral focus strategies,
natural reward strategies, dan constructive thought pattern strategies. Kemudian
dipaparkan juga mengenai Seven Habits yang dikemukakan oleh Stephen R. Covey,
1997, seven habits tersebut meliputi be proactive,
begin with End in Mind, Put First Things First, Think Win/Win, Seek First t
Understand Then to be Understood, Synergize, dan Sharpen the Saw. Tujuan
akhir yang akan dicapai dalam praktek Self
Leadership adalah peningkatan efektivitas seseorang dalam mengelola pola
pikirnya.
Untuk mewujudkan resolusi 2021, kita bisa
menggunakan siklus PDCA, siklus ini juga harus dengan Continous Improvement (peningkatan
berkelanjutan). Siklus PDCA ialah singkatan dari Plan, Do, Check, dan Act.
Yang berarti hal pertama yang harus kita lakukan adalah merancang apa saja
harapan kita untuk 2021 nanti, kemudian setelah merancangnya, hal selanjutnya
adalah melakukannya, setelah melakukannya, maka kita lakukan cek dari apa yang
telah kita lakukan, setelah mengeceknya maka akan kita temui apa yang menjadi
penyebab kekurangan pada tindakan kita sebelumnya, lalu langkah selanjutnya
adalah menindaklanjuti agar rencana yang telah kita rancang dapat terealisasi
dengan baik.
Nah, dalam kita merencanakan atau
merancang resolusi 2021 juga dapat dengan menerapkan prinsip SMART, yang
merupakan kepanjangan dari Spesifik (merinci),
Measurable (terukur), Acheivable (motivasi), Relevant (sesuai), dan Time Bound (deadline/tenggat waktu).
Rencana resolusi kita harus terancang secara spesifik atau merinci, semakin
kita detail maka akan semakin bagus, dapat kita tuliskan poin-poin apa saja
yang ingin kita raih. Kemudian rencana kita juga harus memiliki target dalam
satuan jumlah atau angka, semisal kita ingin mencapai sesuatu dala waktu ‘sekian’.
Selain itu, rencana yang kita rancang juga harus berdasarkan motivasi, apakah
sebuah rewardkah atau ada dukungan dari lingkungan, harus disesuaikan dengan
riwayat sebelum-sebelumnya. Kemudian rencana juga harus sesuai dengan kemampuan
kita. Lalu yang terakhir, rencana kita harus memiliki tenggat waktu atau
deadline. Dalam membuat resolusi, kita bisa membuat mind map agar memudahkan
kita dalam memetakan pikiran kita.
“Kita memimpin diri kita sendiri, harus tau mau diarahkan ke mana, jangan nekat, karena semua harus terukur dengan
merinci dan jelas,” tutur Ibu Dewi pada akhir pemaparannya.
Pada sesi kedua yaitu pemaparan
materi oleh Ibu Radhiatul Fitri, atau biasa dipanggil Ibu Fitri. Beliau
menyampaikan materi tentang Strategi Mengatasi Kecemasan Masa Depan dan Burnout
di Masa Pandemi. Dalam materinya beliau menyampaikan tentang hierarki
cita-cita. Beliau mengatakan bahwa kita sebenarnya memilki falsafah hidup
masing-masing yang mungkin setiap orang berbeda-beda waktu dalam menemukannya. Untuk
beliau sendiri baru menemukan falsafah hidupnya belum lama ini. Beliau adalah
seorang psikolog, tetapi falsafah hidup atau cita-cita filosofis hidupnya
bukanlah menjadi seorang psikolog, tetapi cita-cita filosofisnya adalah ingin
membantu orang lain untuk keluar dari masalah dengan ilmu psikologi. Dari situ
beliau merumuskan bahwa setiap cita-cita seseorang dibagi menjadi 3 level. Yang
pertama adalah level rendah yaitu berhubungan dengan teknis, kemudian tingkatan
kedua adalah level menengah yang berhubungan dengan strategi, lalu teratas
barulah level puncak atau cita-cita filosofis kita.
Contoh penerapan hierarki cita
cita ini misalnya seseorang memiliki cita-cita filosofis menjadi pemimpin yang
baik, kemudian cita-cita tersebut di break down ke dalam cita-cita menengah
yang dapat dilakukan dengan melakukan segala kegiatan dengan tepat waktu,
karena untuk menjadi pemimpin yang baik, salah satunya dengan menerapkan pada
diri sendiri prinsip on time. Lalu dari cita-cita menengah dibreak down lagi ke
dalam level rendah yaitu secara teknisnya, untuk dapat tepat waktu maka perlu
dilakukan latihan seperti berangkat ke kantor pukul 06.30 pagi dan tidur malam
maksimal pukul 22.00. Dengan menerapkan hierarki cita-cita ini, maka resolusi
kita akan dapat berjalan dengan baik.
Untuk dapat menemukan apa
sebenarnya yang menjadi cita-cita filosofis kita, maka perlu suasana yang
tenang dan pikiran yang jernih, bisa kita lakukan setelah kita selesai beribadah.
Kemudian tanyakan pada hati kecil kita, apa yang sebenarnya ingin kamu raih
dalam hidup ini? Insyaallah dengan hati dan pikiran yang tenang, kita akan
menemukan jawaban itu. Ibu Fitri juga menyampaikan bahwa kita dalam menjalani
hidup ini harus Be Here and Now. Maksudnya
adalah kita lakukan ikhitiar yang maksimal di waktu ini dan dan di tempat ini,
kita tak boleh mencemaskan masa depan yang belum pasti dan juga tak boleh
menyesali masa lalu yang telah terjadi, karena masa lalu tak akan bisa dihapus.
Jika kita dapat menerapkan hierarki cita-cita itu maka kita akan terhindar dari
kecemasan akan masa depan dan juga burnout di masa pandemi ini.
Kemudian di sesi yang terakhir
adala sesi tanya jawab yang menarik dan juga semakin menambah pengetahuan dari
pengalaman orang lain. Pertanyaan yang begitu menarik tentang bagaimana
menemukan cita-cita fiosofis dan juga tentang cara agar tak menjadi generasi
rebahan. Sesi tanya jawab pun semakin lengkap dengan penjelasan pemateri yang
cukup jelas dan lengkap.
Dari webinar kali ini dapat
diambil kesimpulan bahwa untuk setting goal atau resolusi di tahun 2021 nanti,
kita dapat merancangnya dengan menerapkan siklus PDCA dengan continuous improvement. Resolusi juga
harus dengan prinsip SMART yang telah dipaparkan sebelumnya. Kemudian kita juga
dapat merancang hierarki cita-cita kita yang telah dipaparkan bahwa cita-cita
dibagi menjadi tiga level yaitu cita-cita filosofis, menengah (strategis), dan
rendah (teknis).


Komentar
Posting Komentar