Kontrol Smartphone Anak dengan Aplikasi Google Family Link
Menjadi Orang Tua Bijak dan
Aplikasi Pengontrol Smarthphone Anak
Yogyakarta-Biro Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta kembali menggelar webinar via zoom dengan
mengangkat topik Kontrol Smarthphone Anak dengan Aplikasi Google Familiy Link,
yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 November 2020 yang dimulai tepat pukul
09.00-11.30 WIB. Webinar ini sifatnya terbuka untuk umum. Banyak juga peserta
webinar yang berasal dari ibu-ibu rumah tangga yang memiliki keluhan tentang
penggunaan smarthphone pada anaknya. Acara ini dipandu oleh Exwati Miatari,
yang merupakan mahasiswa semester 3 prodi Psikologi UP 45. Sambutan pada
webinar kali ini disampaikan oleh Bapak Ir. Bambang Irjanto, MBA, selaku rektor
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dan Ibu Dewi Handayani, S.Psi., M.Psi.,
Psikolog, selaku Kepala Biro Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta.
Webinar kali ini diisi oleh dua
pemateri yaitu Ibu Mutia Dewi, S.Sos.,M.I.K. Beliau selaku Co-Founder House Of
Creative Media Bumiku, Wakil Ketua PUSPA Yogyakarta dan juga sebagai Dosen Ilmu
Komunikasi UII Yogyakarta. Kemudian pemateri yang kedua ialah Bapak Lukman
Hakim, ST., MT yang saat ini menjabat sebagai Dosen Teknologi Informasi di
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Pada sesi yang pertama diisi oleh
Ibu Mutia. Beliau menyampaikan materinya tentang Menjadi Orang Tua yang Bijak
di Era Digital. Beliau menuturkan bahwa “Kita tidak bisa lagi untuk
memperdebatkan dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi yang
begitu luar biasa ini, tapi sekarang yang kita lakukan adalah bagaimana cara kita menyikapi dan beradaptasi
dengan perkembangan teknologi ini.”
Berbagai survei telah mengukur
waktu yang dihabiskan anak di depan layar gadget sekitar 8 jam per hari. Hal
itu terjadi dikarenakan oleh beberapa hal, di antaranya penggunaan teknologi
menjadi barang paling cepat menyebar di sepanjang sejarah dunia, perkembangan
pesat media sosial, kesederhanaan teknologi layar sentuh yang memungkinkan anak
untuk menggunakannya.
Ibu Mutia juga menyampaikan di
dalam materinya bagaimana cara untuk menyikapi permasalahan tersebut. Pertama,
sebagai orang tua kita harus memilihkan media untuk anak kita yang sesuai
dengan umurnya. Kedua, ajari anak berinternet yang aman dengan menjelaskan sisi
positif dan negative. Misal, sisi positifnya, anak dapat memperoleh berbagai
pengetahuan jika gadget digunakan dengan benar, namun akan memiliki sisi
negative jika gadget digunakan secara berlebihan. Ketiga, belikan anak gadget
sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, karena sekolah online pada saat ini menuntut
untuk para siswa belajar menggunakan gadget, maka mau tidak mau kita sebagai
orang tua membelikan gadget untuk anak. Namun sengan syarat , orang tua dan
anak harus memiliki kesepakatan dan sebagai orang tua juga harus memberikan
contoh yang baik untuk anaknya. Keempat, buatkan si anak akun emai dan akun social media, namun untuk pemegang
akun itu tetap oleh orang tua. Kelima, awasi dan atur penggunaan gadget pada
anak, baik itu pengaturan waktu atau pengaturan aplikasi apa saja yang dapay
diakses oleh anak.
Disampaikan juga tiga model
penggunaan media dalam keluarga. Yang pertama adalah model Media-Sentris yang
menggunakan waktu sekitar 5-8 jam dalam sehari untuk menggunakan gadget. Kedua,
model Moderat-Media, di mana dalam keluarga itu menggunakan gadget selama
sehari sekitar 3 jam, dengan adanya pengontrolan. Dan yang terakhir, model
Minim-Media, di dalam keluarga yang menerapakan model ini, mereka sangat
membatasi sekali dalam penggunaan gadget yanti sehari hanya 1 jam saja. Ibu
Mutia menyarankan untuk menerapkan model yang kedua yaitu, Moderat-Media.
Berikut strategi menjadi orang
tua yang bijak di era digital. Pertama, tentukan model komunikasi dalam
mendidik anak. Komunikasi dapat dilakukan secara aktif secara fisik , bimbingan
aktif, atau model lepas tangan. Kedua, renungkan bagaimana kita sebagai orang
dewasa menggunakan gadget. Ketiga tetapkan waktu bebas perangkat elektronik.
Keempat, berpandangan yang positif dalam menghadapi perkembangan ini. Kelima,
selamilah kehidupan anak dengan berkomunikasi dengannya secara lebih intens.
Keenam, bangun sebuah komunikasi dengan anak, seperti menceritakan perilaku
yang patut diteladani di dunia nyata.
Pada sesi kedua diisi oleh Bapak
Lukman dengan pemaparan cara penginstalan Aplikasi Google Family Link.
Penginstalan aplikasi ini harus dilakukan pada smarthphone anak dan juga orang
tua. Aplikasi ini efektif untuk mengawasi penggunaan gadget si anak. Seperti di
antaranya kita dapat membatasi aplikasi apa saja yang dapat diakses atau
diinstal oleh anak, kita dapat melihat sekaligus mengawasi aktivitas anak saat
mengoperasikan gadgetnya, dapat juga kita batasi durasi waktu anak dalam
menggunakan gadget dengan menetapkan waktu nonaktif gadget secara otomatis, dan
masih banyak lagi fitur pengaturannya.
Untuk sesi yang selanjutnya dalah
sesi tanya jawab yang tak kalah menarik. Beberapa peserta yang merupakan ibu
rumah tangga yang bertanya dan juga mengeluhkan tentang anak yang tidak mau
lepas dari gadgetnya, kemudian anak jadi sulit untuk belajar dan menanyakan
bagaimana cara mengatasinya permasalahan tersebut, lalu adajuga pertanyaan
mengenai keefektifan Aplikasi Google Family Link, dan sebagainya. Yang kemudian
pertanyaan itu dijawab dengan penjelasan yang baik oleh para pemateri.
Dari webinar kali ini dapat
ditarik kesimpulan bahwa jaman sekarang orang tua juga harus bijak dalam
menghadapi kemajuan di era digital ini. Para orang tua harus memberikan arahan
dan juga pengawasan kepada anak dalam menggunakan gadget. Sekarang ini tak
perlu khawatir bagaimana cara memonitori anak dalam penggunaan gadget, karena
kini telah hadir aplikasi Google Family Link yang cara kerjanya cukup efektif
dan harapannya dengan aplikasi ini, si anak bisa terkontrol dalam menggunakan
gadget.


Komentar
Posting Komentar